Showing posts with label Sumatera Barat. Show all posts
Showing posts with label Sumatera Barat. Show all posts

Biografi Rasuna Said Sosok Pejuang Kemerdekaan Indonesia

Anonymous Add Comment

    Profil Rasuna Said    

Biografi Rasuna Said Sosok Pejuang Kemerdekaan Indonesia
Nama Lengkap : Hajjah Rangkayo Rasuna Said

Agama : Islam

Tempat Lahir : Maninjau, Agam, Sumatera Barat

Tanggal Lahir : Kamis, 15 September 1910

Meninggal : Jakarta, 2 November 1965

Zodiac : Virgo

Warga Negara : Indonesia




    Biografi Rasuna Said    

Bernama asli Hajjah Rangkaayo Rasuna Said lahir di Maninjau, Agam, Sumatera barat pada tanggal 14 september 1910. Ia adalah seorang penggerak wanita yang sangat berperan dalam kemerdekaan Indonesia terutama dalam bidang pendidikan, pemberdayaan wanita dan jurnalisme nasional pada waktu itu. Ia sangatlah tegas dalam berpidato dan tulisan tulisan seorang rasuna Said dikenal hangat tajam dan bersifat anti kolonialisme terhadap penjajahan Belanda kala itu. Seorang wanita yang mendedikasikan hidupnya demi kemajuan wanita dan Indonesia hingga Indonesia bahkan sudah merdeka. Bahkan rasuna oleh karena itu biografi rasuna Said dibuatkan riwayat biografi yang apik dan panjang.

Rasuna Said menamatkan SDnya lalu melanjutkan pendidikan di pesantren dan diniyah putri di Bukittinggi. Disana ia belajar tentang banyak hal. Ia juga mulai mempelajari dan memperdalam masalah agama islam dari gerakan tahwalib. Gerakan islam yang banyak dipengaruhi oleh gerakan nasionalis islam Turki pada masa itu. Ia tidak hanya memahami soal agama atau pengetahuan umum saja namun ia juga tertarik dengan politik. Ketika di membantu mengajar di diniyah putri sebagai guru ia banyak mengajarkan wanita tentang pendidikan sebagai fondasi akan kemajuan wanita di tanah Minang itu. Biografi Rasuna Said pun berlanjut.

Selain mengajari hal tersebut rasuna Said juga mengajari masalah politik, bahkan ia berencana memasukkan pelajaran politik ke dalam kurikulum sekolah diniyah pada masa itu. Namun permohonannya ditolak. Rasuna Said cukup kecewa tentang hal itu rasuna Said juga sering memberikan pidato pidato di tengah masyarakat yang isinya pesan antikolonialisme yang gamblang dan tajam. Hal ini membuat rasuna Said menjadi wanita pejuang pertama yang terkena hukum kolonial Belanda yang dinamakan speechdelict. Hukuman yang ditujukan pada orang orang yang berbicara menjelek-jelekkan atau mendesak pemerintahan Belanda di depan umum. Biografi Rasuna Said terus berlanjut.

Rasuna Said pernah ditangkap di Semarang gara gara pidatonya itu selama berapa tahun. Telah bebas dari penjara ia pun menjadi seorang jurnalis di menara poetri yang merupakan sebuah majalah mingguan yang berisi tulisan tulisan rasuna Said yang dikenal tajam dan asih membawa pesan-pesan antikolonialisme yang kental. Hal ini merupakan perjuangan barunya untuk menggerakan masyarakat luas. Biografi kisah Rasuna Said terus berlanjut.

Sayangnya majalah itu pun bangkrut karena tidak ada sumber penganan yang cukup. Rasuna Said meneruskan perjungannya di politik saat Indonesia sudah merdeka. Ia mendapat tempat Dewan pertimbangan agung dan dewan perwakilan rakyat RIS karena kemauan politiknya yang sangat bagus dan sangat tajam. Ia sunguh pejuang wanita dan pahlawan dengan biografi rasuna Said yang sesuai dan hebat.

    Karir Rasuna Said    

  • Sekretaris Cabang Sarekat Rakyat
  • Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat (DPR RIS)
  • Anggota Dewan Pertimbangan Agung
  • Dewan Perwakilan Sumatera

    Penghargaan Rasuna Said    

Seperti itulah biografi pahlawan nasional Rasuna Said. Semoga dengan informasi diatas sahabat biografipahlawan.com dapat mengenal lebih dekat sosok pahlawan yang berasal dari Sumatera Barat.

Biografi Tan Malaka ”Pemuda Yang Misterius”

Anonymous 1 Comment

    Profil Tan Malaka    

Tan Malaka
Nama : Tan Malaka
Lahir : Rabu, 2 Juni 1897, Suliki, Sumatra Barat
Meninggal : 21 Februari 1949, Desa Selopanggung, Kediri, Jawa Timur
Makam : Desa Selopanggung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur
Agama : Islam
Ayah : Rasad Caniago
Ibu : Sinah Simabur
Zodiac : Gemini
Warga Negara : Indonesia

    Biografi Tan Malaka    

Para mahasiswa yang aktif di organisasi pergerakan pasti tahu tentang sosok Tan Malaka. Tan malaka merupakan sosok misterius yang selalu ganti nama dengan nama-nama samaran. Pada saat penangkapan tokoh Indonesia yang anti Jepang oleh pemerintahan Jepang, tan malaka juga sempat mengganti namanya dengan nama husin. Tan malaka menemui istri BM Diah yang pada saat itu juga salah satu orang yang ditangkap oleh Jepang karena tulisannya sebagai wartawan di salah satu media cetak. Untuk mengetahui semua sejarah yang terjadi sebelum kemerdekaan republik Indonesia, anda juga harus mengetahui biografi tan malaka. Banyak gebrakan tan malaka yang mendukung perlawanan terhadap pemerintahan Belanda dan juga Jepang.

Nama asli dari Tan Malaka adalah Sutan Ibrahim Gelar Datuk Tan Malaka. Beliau lahir di Pandan Gading, sumatera barat. Tan malaka lahir pada tanggal 19 februari tahun 1896. Tan malaka menyelesaikan sekolah di Europese Kweekschool Harleem, Belanda. Selanjutnya beliau juga mengambil kursus untuk calon kepala sekolah di Europese Hoofdakte Cursus. Setelah menyelesaikan semua sekolah dna pendidikannya di Belanda. Tan malaka kembali lagi ke Indonesia. Jika membaca biografi Tan malaka, anda pasti akan tahu berapa banyak tulisannya beliau yang sangat menginpirasi.

Setelah pulang dari Belanda, Tan malaka mengajar disebuah sekolah di daerah Deli, sumatera timur. Walaupun beliau sudah tinggal di Indonesia, tetapi beliau tidak lupa dengan teman-teman seperjuanganya yang berada di Belanda. Selain itu beliau juga masih banyak menuliskan semua pemikirannya di surat kabar berbahasa Belanda. Seperti surat kabar Het Vrije word atau kata yang bebas. Surat kabar tersebut merupakan surat kabar terbitan semarang yang dimiliki oleh Bolshevick. Selain itu tan malaka juga pernah menulis mengenai pandangannya tentang kedua pemerintahan pada waktu itu. Tulisan tersebut akhirnya dimuat dalam surat kabar Soeraja Ra'jat. Ini juga yang banyak diceritakan di buku biografi Tan malaka.

Ada banyak sekali buku yang sudah Tan malaka tulis. Antara lain komunisme di jawa pada tahun 1922, dari penjara ke penjara, Naar de Repoeblik pada tahun 1925 dan kuli kontrak pada tahun 1923. Salah satu buku Tan malaka yang paling popular adalah yang berjudul madilog. Madilog merupakan buku yang membahas tentang dialektika, materialism dan logika yang diterbitkan pada tahun 1942 dan pada tahun 1943. Dalam buku ini juga diceritakan tentang cara berpikir baru masyarakat yang masih percaya dengan tahayul dan mistik, untuk lebih terbuka dan tidak mudah menyerah dengan keadaan. Dalam buku biografi tan malaka, buku ini banyak dibahas sampai keakar-akarnya dan bagaimana sejarah buku ini bisa lahir dari tangan beliau. 

Pada saat masa pemerintahan Jepang, beliau juga sempat bertemu dengan presiden republik indoensia Ir. Soekarno dan menjelaskan berbagai cara untuk melawan pemerintahan Jepang pada masa itu. Tan malaka juga pernah melakukan perlawanan dengan gerakan bawah tanah. Selain itu beliau juga pernah menjadi pemimpin pemberontakan PKi di madiun. Banyak hal yang sudah tan malaka lakukan untuk Indonesia dan untuk merebut kemerdekaan republik Indonesia. Sekian artikel tentang biografi Tan malaka, semoga dapat bermanfaat untuk anda.

    Karir Tan Malaka    

  • Guru dan Pemimpin Partai Komunis Indonesia

    Pendidikan Tan Malaka    

  • Kweekschool Bukit Tinggi (1913)
  • Rijks Kweekschool, Haarlem Belanda

    Penghargaan Tan Malaka    

  • Gelar Pahlawan Nasional melalui Ketetapan Presiden RI No. 53 tanggal 23 Maret 1963
Seperti itulah ulasan biografi Tan Malaka pemuda indonesia kelahiran Sumatra Barat yang sempat BiografiPahlawan.com paparkan dalam bentuk tulisan kepada para pembaca. Semoga dengan hadirnya biografi diatas dapat membantu pembaca dalam mengenal lebih dalam sosok Tan Malaka.

Biografi Tuanku Imam Bonjol ”Seorang Guru Agama Dari Tanah Bonjol”

Anonymous 5 Comments

    Profil Tuanku Imam Bonjol    

Tuanku Imam Bonjol Pahlawan Nasional
Nama : Tuanku Imam Bonjol
Lahir : 1772, Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat, Indonesia
Meninggal : 6 November 1864, Kota Manado, Indonesia
Makam : Desa Lotta Kec. Pineleng, Minahasa, Sulawesi Utara
Warga Negara : Indonesia
Ayah / Ibu : Bayanuddin / Hamatun
Agama : Islam





    Biografi Tuanku Imam Bonjol    

Ada banyak sekali pahlawan Indonesia yang harus kita kenang sejarahnya dan selalu kita banggakan. Bangsa yang hebat adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Salah satu pahlawan yang sangat berjasa untuk Indonesia adalah Tuanku Imam Bonjol. Nama asli dari tuanku imam bonjol adalah Muhammad sahib atau Petto syarif. Ayah beliau merupakan seorang guru agama yang bernama Buya nurdin. Ilmu agama yang beliau dapat juga dari ayahannya. Tuanku imam bonjol merupakan seorang guru agama di daerah bonjol. Oleh karena itu namanya berubah menjadi tuanku imam bonjol. Biografi tuanku imam bonjol, akan lebih dijelaskan lebih jauh lagi diartikel dibawah ini.

Pada tahun 1821 terjadi perang padrie yang di pimpin oleh tuanku imam bonjol. Perang ini merupakan perang antara kaum padre yang ingin belajar agama dengan baik dan benar melawan kaum adat yang dimotori oleh pemerintahan Belanda. Dengan perlawanan yang keras dari kaum padre membuat seluruh pasukan Belanda menjadi menyerah. Pada tahun 1824 pemerintahan Belanda mengadakan perjanjian damai yang lebih dikenal dengan perjanjian masang. Tetapi tidak membutuhkan waktu yang lama, perjanjian damai tersebut juga dilanggar sendiri oleh pemerintahan Belanda. Cerita tentang pernah padrie dan perjanjian masang banyak diceritakan di berbagai buku biografi Tuanku imam bonjol.

Pada saat Belanda melanggar perjanjian tersebut, rakyat padrie dan juga dari kaum adat akhirnya sadar kalau semua hal tersebut hanya akan merugikan rakyat Sumatra barat dan membuat Belanda dapat masuk ke daerah minangkabau. Akhirnya warga padrie dan kaum adat juga melakukan perjanjian damai sendiri yang ditulis di plakat tabek patah. Pada tahun 1833 akhirnya seluruh rakyat miangkabau sumatera barat bersatu untuk mengusir Belanda dari tanah mereka. Akhirnya Belanda selama 3 tahun menyerah dna tidak dapat menguasai daerah bonjol yang merupakan daerah incaran mereka. Jika membaca buku biografi tuanku imam bonjol, anda akan tahu bagaimana perjuangan tuanku imam bonjol melawan penjajah Belanda.

Selanjutnya Belanda mengeluarkan pasukan lebih banyak yang lebih dikenal dengan pasukan sepoys. Hampir 6000 pasukan Belanda mengepung seluruh daerah di bonjol. Akhirnya daerah bonjol baru dapat direbut oleh Belanda pada 16 agustus tahun 1837. Tunaku imam bonjol dibuang oleh Belanda ke daerah cianjur, kemudian pindah ke ambon dan akhirnya beliau pindah ke lontan daerah manado. Beliau wafat pada tanggal 6 november tahun 1864 di pembuangan terakhirnya yaitu di manado. Melihat semua perjuangan beliau di buku biografi tuanku imam bonjol, memang sangat besar rasa cinta beliau terhadap Indonesia.

Rasa juang dan patriotisme yang sangat tinggi harus selalu kita junjung dari beliau. Beliau adalah seorang pemimpin yang sangat baik, selain itu beliaulah yang mengajarkan tentang agama islam di seluruh tanah minangkabau. Beliau tidak hanya mementingkan kehidupannya sendiri. beliau juga memperjuangkan semua kepentingan rakyat dan benar-benar berjuang untuk mengusir Belanda dari sumatera barat. Itulah sedikit cerita tentang biografi tuanku imam bonjol. Semoga dapat dijadikan inspirasi.

    Penghargaan Tuanku Imam Bonjol    

  • Pahlawan Nasional Indonesia SK Presiden RI Nomor 087/TK/Tahun 1973
Seperti itulah ulasan Biografi Tuanku Imam Bonjol salah satu tokoh pahlawan nasional Indonesia dari Sumatera Barat yang sempat BiografiPahlawan.com bagikan kepada pembaca. Semoga dengan hadirnya biografi diatas dapat membantu pembaca dalam mengenal lebih dalam sosok Tuanku Imam Bonjol.

Biografi Sutan Syahrir "Perdana Menteri Pertama Indonesia"

Anonymous Add Comment

    Profil Sutan Syahrir    

Biografi Sutan Syahrir "Perdana Menteri Pertama Indonesia"
Nama : Sutan Syahrir
Tanggal Lahir: 5 Maret 1909
Tempat Lahir : Padang Panjang, Sumatera Barat, Hindia Belanda
Meninggal: 7 November 1966, Zürich, Swiss
Makam : TMP Kalibata, Jakarta
Warga Negara : Indonesia
Anak: Kriya Arsyah Sjahrir, Siti Rabyah Parvati Sjahrir
Istri : Maria Duchateau & Siti Wahyunah
Agama : Islam

    Biografi Sutan Syahrir    

Sutan syahrir tentu saja sebuah nama yang tak asing di telinga rakyat Indonesia. Sutan Syahrir ini sempat mencapai karier tertingginya pada saat mencapai perdana menteri pertama Indonesia. Untuk lebih lengkapnya mengenai sang perdana Menteri pertama ini, anda bisa menyimak mengenai biografi Sutan Syahrir yang telah membantu dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari kekuatan penjajahan jepang pada waktu itu. 

Salah satu penulis biografi Sutan Syahrir adalah Rosihan Anwar dengan judul biografi tokoh Nasional Kemerdekaan ini yaitu Sutan Sjahrir: Negarawan Humanis, Demokrat Sejati yang Mendahului Zamannya. Sutan Syahrir ini dilahirkan di Padang Panjang Sumatera Barat, 5 Maret 1909. Kedua orang tuanya bernama Mohammad rasad Gelar Maharaja Soetan bin Soetan leman gelar Soetan palindih dan ibunya bernama Putri Siti Rabiah. Riwayat pendidikannya di mulai di sekolah dasar ELS dan SMP di MULO Medan yang merupakan sekolah terbaik di Medan. Selanjutnya Sutan Syahrir melanjutkan pendidikannya pada sekolah menengah atas di AMS di Bandung. Sekolahan tersebut merupakan sekolahan termahal yang ada di Hindia Belanda saat itu. Setelah menamatkan sekolah menengah atasnya Sutan Syahrir melanjutkan pendidikannya di Belanda, di Universitas Amsterdam di fakultas Hukum.

Berdasarkan biografi Sutan Syahrir yang ditulis Rosihan Anwar, saat masih mengenyam pendidikan, Syutan syahrir sudah mulai tertarik dengan dunia politik. Cerita hidup Sutan syahrir ini juga mengisahkan dirinya yang sudah mulai menjadi penggagas terbentuknya organisasi Jong Indonesie. Tidak hanya itu Sutan Syahrir juga menjadi penggerak tercetusnya Sumpah Pemuda. Pada tahun 1930 Sutan syahrir juga bergabung dengan organisasi Perhimpunan Indonesia (PI). Selanjutnya Sutan Syahrir juga bergabung dengan PNI baru yang sebelumnya sempat dibubarkan oleh pemerintah Hindia Belanda. Selanjutnya PNI dianggap semakin Radikal sehingga Sutan Syahrir dan Moh Hatta di asingkan di Boven Digoel selama setahun dan selanjutnya dipindahkan ke banda Neira untuk masa pembuangan 6 tahun.

Semangat perjuangan menentang penjajah tidak hanya saat pemerintahan belanda, dalam Biografi Sutan Syahrir, ia masih tetap berjuang pada saat penjajahan Jepang. PNI yang semakin berkembang ia jadikan roda pergerakan kekuatan bawah tanah. Hingga akhirnya Sutan Syahrir beserta pemuda-pemuda Indonesia mendesak Soekarno Hatta untuk memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia. Biografi Sutan Syahrir masih berlanjut. Pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Sutan Syahrir juga berperan dalam mempertahankan kemerdekaan. Yaitu dengan membentuk cabinet Syahrir I hingga Kabinet Syahrir ke III, dan mempertahankan Indonesia melalui jalur diplomasi. 

Setelah tidak memimpin kabinet, Sutan Syahrir menjadi Duta besar keliling dan penasihat Presiden Soekarno. Bersamaan itu pula biografi Sutan Syahrir menambah cerita mengenai Partai Sosialis Indonesia PSI yang merupakan partai bentukan Sutan Syahrir. Karena bergerak dalam arah komunis dan Sutan Syahrir terkait dengan kasus PRRI, Presiden membubarkan PSI pada Tahun 1960. Selama 3 tahun Sutan Syahrir dipenjara kemudian tanpa diadili sehingga menderita sakit. Atas izin yang didapat, ia boleh berobat di Swiss dan akhirnya meninggal di Swiss. Sutan Syahrir meninggal pada tanggal 9 April 1966 dan dikebumikan di TMP Kalibata dan mengakhiri kisah hidup Sutan Syahrir. 

    Karya Sutan Syahrir    

  • Pikiran dan Perjuangan, tahun 1950 (kumpulan karangan dari Majalah ”Daulat Rakyat” dan majalah-majalah lain, tahun 1931 – 1940)
  • Pergerakan Sekerja, tahun 1933
  • Perjuangan Kita, tahun 1945
  • Indonesische Overpeinzingen, tahun 1946 (kumpulan surat-surat dan karangan-karangan dari penjara Cipinang dan tempat pembuangan di Digul dan Banda-Neira, dari tahun 1934 sampau 1938).
  • Renungan Indonesia, tahun 1951 (diterjemahkan dari Bahasa Belanda: Indonesische Overpeinzingen oleh HB Yassin)
  • Out of Exile, tahun 1949 (terjemahan dari ”Indonesische Overpeinzingen” oleh Charles Wolf Jr. dengan dibubuhi bagian ke-2 karangan Sutan Sjahrir)
  • Renungan dan Perjuangan, tahun 1990 (terjemahan HB Yassin dari Indonesische Overpeinzingen dan Bagian II Out of Exile)
  • Sosialisme dan Marxisme, tahun 1967 (kumpulan karangan dari majalah “Suara Sosialis” tahun 1952 – 1953)
  • Nasionalisme dan Internasionalisme, tahun 1953 (pidato yang diucapkan pada Asian Socialist Conference di Rangoon, tahun 1953)
  • Karangan–karangan dalam "Sikap", "Suara Sosialis" dan majalah–majalah lain
  • Sosialisme Indonesia Pembangunan, tahun 1983 (kumpulan tulisan Sutan Sjahrir diterbitkan oleh Leppenas)

    Karir Sutan Syahrir    

  • Perdana Menteri pertama Republik Indonesia
  • Ketua Partai Sosialis Indonesia (PSI)
  • Ketua delegasi Republik Indonesia pada Perundingan Linggarjati
  • Duta Besar Keliling (Ambassador-at-Large) Republik Indonesia

    Penghargaan Sutan Syahrir    

  • Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan SK Keppres nomor 76 tahun 1966
Seperti itulah ulasan Biografi Sutan Syahrir sosok perdana menteri pertama Indonesia dan tokoh pahlawan nasional Indonesia dari Sumatra Barat yang sempat BiografiPahlawan.com bagikan kepada pembaca. Semoga dengan hadirnya biografi diatas dapat membantu pembaca dalam mengenal lebih dalam sosok Sutan Syahrir.

Biografi Agus Salim "Sang Diplomat Yang Religius Dan Patriotik"

Anonymous Add Comment

    Profil Agus Salim    

Agus Salim Tokoh Pahlawan Nasional
Nama Lengkap : Agus Salim
Lahir : Sumatera Barat, 8 Oktober 1884
Meninggal :  Jakarta, 4 November 1954 (70 Tahun)
Zodiac : Balance
Profesi : Jurnalis, Diplomat
Makam  : Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta
Warga Negara : Indonesia
Agama : Islam


    Biografi Agus Salim    

Agus Salim terlahir sebagai anak keempat dari pasangan Soetan Mohamad Salim dan Siti Zaenab pada tanggal 8 Oktober 1884 di Koto Gadang, Agam Sumatera Barat. Ayahnya, seorang Jaksa Kepala di Pengadilan Tinggi Riau. Mashudul Haq yang berarti ``Pembela Kebenaran`` adalah nama yang diberikan oleh orang tuanya saat beliau lahir. Menelusuri jejak dalam biografi Agus Salim, kita mendapati kecerdasannya sangat menonjol dibanding teman-temannya. Terlahir dari keluarga yang berada, membuat Agus Salim dapat mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah Belanda tanpa hambatan. Pada usia 19 tahun, belai lulus dari HBS (Hogere Burger School) atau sekolah menengah atas saat ini dalam waktu 5 tahun dengan menyandang predikat lulusan terbaik di tiga kota yaitu Surabaya, Semarang, dan Jakarta. Pada usia mudanya itu, Agus salim mampu menguasai sedikitnya tujuh bahasa asing; Belanda, Inggris, Arab, Turki, Perancis, Jepang,dan Jerman.

Semangat belajar Agus Salim terus Menyala, dan berbekal sebagai lulusan terbaik dia mengajukan beasiswa kepada pemerintah Belanda untuk dapat melanjutkan sekolah Kedokteran di Belanda. Tanpa sebab yang jelas, ternyata permohonannya ditolak yang membuatnya kecewa. Disisi lain, R.A. Kartini yang hidup sejaman dengan Agus Salim, mendapatkan beasiswa dari pemerintah Belanda untuk bisa belajar di negeri Kincir Angin tersebut. Namun,karena beliau telah menikah, yang dalam tradisi adat Jawa, tidak memperbolehkan seorang wanita yang sudah menikah jauh dari suaminya mengurungkan niat belajarnya. Mengetahui ada anak muda yang cerdas dan merupakan lulusan terbaik dari tiga kota sekaligus, maka kartini berkirim surat kepada temannya, Ny. Abendanon yang merupakan istri pejabat di negeri Belanda yang berwenang menentukan beasiswa untuk mengalihkan beasiswa kepada Agus Salim. Pengajuan pengalihan beasiswa R.A. kartini kepada Agus Salim disetujui oleh pemerintah Belanda. Membaca biografi Agus Salim kita dapati, kalau dia orang yang memiliki kemerdekaan diri yang tinggi. Beasiswa dari pemerintah Belanda justru ditolaknya, karena Ia tahu, itu bukan murni atas prestasinya, namun karena atas permintaan seorang bangsawan bernama Kartini. Dia justru merasa tersinggung atas perlakuan yang tidak adil tersebut.

Dalam biografi Agus Salim disebutkan, pada tahun 1906 bersamaan dengan gagalnya dia melanjutkan sekolah, beliau mendapatkan tawaran kerja sebagai penerjemah di konsulat Belanda di Jeddah, Arab Saudi. Beliau menerima pekerjaan tersebut dalam kurun waktu 2 tahun antara tahun 1909 sampai 1911. Disela-sela pekerjaannya, beliau menimba ilmu lebih jauh tentang agama Islam kepada Syech Ahmad Khatib, seorang Imam di Masjidil Haram yang juga pamannya sendiri dan merupakan guru dari KH. Hasyim Asy`ari pendiri NU dan KH. Ahmad dahlan Pendiri Muhammadiyah. Selain belajar agama, beliau juga belajar mengenai ilmu diplomasi dan politik. Perpaduan ketajaman ilmu Agama, ilmu Politik, Kemampuan Bahasa asing dan kecerdasannya yang tinggi membuatnya menjadi pribadi yang disegani. Saat pulang ke tanah air, beliau langsung aktif dalam pergerakan nasional dan juga mendirikan Sekolah HIS (Hollandsche Inlandesche School.

Melanjutkan biografi Agus Salim, perjuangan politiknya diawali saat bergabung dengan Serikat Islam pada tahun 1915 yang dipimpin oleh HOS Tjokroaminoto dan Abdul Muis. Beliau sempat menjadi anggota Volksraad ( semacam DPR/MPR) dari perwakilan SI di pemerintah Hindia Belanda menggantikan seniornya HOS Tjokroaminoto dan Abdul Muis. Agus Salim tidak bertahan lama dan mengalami kekecewaan atas kebijakan pemerintah Hindia Belanda sebagaimana pendahulunya dan berkesimpulan berjuang dari dalam tidak efektif hingga memutuskan focus berjuang melalui SI. Pada tahun 1923 SI pecah secara ideolgi menjadi SI kiri atau SI merah yang berideologikan ke ``kiri`` yang dipimpin oleh Semaun dan Darsono yang menjadi cikal bakal PKI dengan SI kanan atau SI Putih yang berhaluan ideology kanan, dimana Agus Salim tergabung didalamnya dengan Tjokroaminoto. Agus Salim sering mendapat tuduhan sebagai mata-mata Belanda, namun ditepisnya dengan keberaniannya untuk mengkritik pemerintah Belanda melalui pidato-pidatonya. Agus Salim menjadi pimpinan puncak SI menggantikan HOS Tjokroaminoto yang wafat pada tahun 1934. Selain di SI, beliau mendirikan juga organisasi Jong Islamieten Bond dan melakukan perubahan pola pikir dari yang kaku ke Islam moderat dengan meniadakan hijab pemisah antara tempat duduk laki-laki dan perempuan pada kongres ke 2 Jong Islamieten Bond di Yogyakarta tahun 1927.

Membaca biografi Agus Salim lebih dalam kita menemukan keterlibatan beliau sebagai anggota PPKI yang mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Setelah kemerdekaan Indonesia, beliau mendapat mandate sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung. Pada Kabinet Syahrir I dan II, beliau di tunjuk menjadi Menteri Muda Luar Negeri. Begitu pula pada cabinet Hatta. Berlanjut setelah kedaulatan Indonesia diakui oleh internasional, beliau ditunjuk menjadi penasihat Menteri Luar Negeri. ``The Grand Old Man`` adalah julukan terhadap Agus Salim, karena kepiawainnya dalam berdiplomasi yang tidak tertandingi pada jamannya. Salah satu contoh, beliau sangat cerdik untuk mendapatkan pengakuan atas kemerdekaan Indonesia dari Negara Jerman. Negara Jerman yang merasa keturunan bangsa Arya berlaku sombong dan menganggap rendah Negara atau orang yang tidak bisa berbahasa Jerman. Maka, saat kunjungannya sebagai Menteri Luar Negeri, dia menyusun naskah pidatonya dalam Bahasa Jerman yang sangat fasih dan memukau petinggi Jerman hingga akhirnya mengakui kemerdekaan Indonesia.

Menelaah biografi Agus Salim, kita akan menemukannya sebagai sosok yang merdeka dalam berpikir dan bertindak. Beliau tidak mau terkungkung dalam batasan-batasan, termasuk mendobrak tradisi Minang yang menurutnya kolot. Walaupun seorang tokoh yang disegani dan sangat cerdas, penampilannya sangat sederhana,sering hanya menggunakan sarung dan peci. Beliau tidak tidak memiliki brumah tetap dan selalu berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain. Di tiap kota, beliau hanya menyewa rumah yang kecil dan sederhana. Dalam hal pendidikan anak, beliau mengajarnya sendiri atau home schooling kalau dalam istilah sekarang. Hanya anaknya yang paling kecil yang disekolahkan secara formal. Beliau beranggapan, semua keahliannya tidak diperoleh disekolah formal, namun lebih karena belajar mandiri atau otodidak dengan ``learning by doing``. Beliau melakukan perlawanan terhadap kekuasaan Belanda dalam hal pendidikan dengan berujar`` saya telah melalui jalan berlumpur akibat pendidikan kolonial``. Haji Agus Salim begitu akrab panggilannya di lintasan sejarah, wafat dalam usia 70 tahun tepatnya pada 4 November 1954 dan dimakamkan di TMP Kalibata. Atas segala jasa dan perjuangannya, beliau mendapat anugerah sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia yang tertuang dalam Keppres nomor 657 tertanggal 27 Desember 1961.

    Pendidikan Agus Salim    

  • Europeesche Lagere School (ELS)
  • Hoogere Burgerschool (HBS)

    Penghargaan Agus Salim    

  • Pahlawan Nasional Indonesia SK Keppres nomor 657 tahun 1961
Seperti itulah ulasan Biografi Agus Salim salah satu tokoh pahlawan nasional Indonesia dari Sumatera Barat yang sempat BiografiPahlawan.com bagikan kepada pembaca. Semoga dengan hadirnya biografi diatas dapat membantu pembaca dalam mengenal lebih dalam sosok Agus Salim.

Biografi Mohammad Yamin: Seorang Sejarahwan, Sastrawan, Ahli Hukum Dan Politikus

Anonymous 1 Comment

    Profil Mohammad Yamin    

Biografi Mohammad Yamin Tokoh Pahlawan Nasional, Sejarahwan, Sastrawan, Ahli Hukum Dan Politikus
Nama : Prof. Mohammad Yamin, S.H.
Tanggal Lahir : 24 Agustus 1903
Tempat Lahir : Sawahlunto, Sumatera Barat, Hindia Belanda
Zodiac : Virgo
Meninggal : Jakarta, 17 Oktober 1962 (umur 59)
Makam : Talawi, Kabupaten Sawahlunto, Sumatera Barat.
Agama : Islam
Ayah : Tuanku Oesman Gelar Baginda Khatib
Ibu: Siti Saadah

    Profil Mohammad Yamin    

Mohammad Yamin merupakan pahlawan yang memperjuangakan persatuan dan kesatuan pemuda melalui Sumpah Pemuda tahun 28 Oktober 1928. Beliau adalah seorang sastrawan, politikus dan ahli hukum yang disegani sebagai Pahlawan nasional Indonesia. Beliau Lahir di Sawah Lunto Sumatera Barat pada tanggal 24 Agustus 1903. Biografi Mohammad Yamin dimulai dari Riwayat pendidikan Mohammad Yamin di awali dengan pendidikan dasar d Palembang, kemudian ia melanjutkan sekolahnya di Yogyakarta yaitu Sekolah AMS. Disana ia juga mempelajari sejarah purbakala dan beberapa bahasa di dunia seperti latin, kael dan Yunani. Setelah itu ia melanjutkan pendidikan hukum di Batavia. Ia memperoleh gelar Messter in de Rechten/Sarjana Hukum dari Rechtshoogeschool te Batavia.

Kisah hidup Mohammad Yamin pada masa penjajahan pemerintahan Belanda, di isi dengan bergabung dengan beberapa organisasi kepemudaan. Salah satu organisasi yang ia ikuti saat beliau masih kuliah adalah Jong Sumateranen Bond. Bersama organisasinya ini Beliau terlibat dalam panitia Sumpah pemuda.  Setelah mendapatkan gelar S 1 nya ia juga bergabung menjadi anggota PARTINDO yang tidak bertahan lama.  Biografi Mohammad Yamin dilanjutkan keikutsertaan Mohammad Yamin mengikuti organisasi Gerinda bersama kapau Gani, Amir Syarifuddin dan Adenan. Pada saat pemerintahan penjajah jepan Mohammad Yamin masih tetap bergerak untuk mencapai kemerdekaan melalui Pusat Tenaga Rakyat bentukan Jepang. Selain itu ia juga terpilih sebagai anggota dalam badan bentukan pemerintahan jepang yaitu badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). 

Setelah Indonesia mendapatkan kemerdekaan dan kekuasaan negara dipimpin oleh Soekarno Hatta, beliau diangkat sebagai pemangku jabatan penting dalam sebuah negara. Biografi Mohammad yamin mencatat beliau pernah menjabat sebagai anggota DPR dari tahun 1950. Cerita hidup Mohammad Yamin dilanjutkan dengan menjadi menteri kehakiman pada tahun 1952 hingga 1952. Dilanjutkan dari tahun 1953 hingga 1955 Beliau menjadi menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan. Beliau juga sempat menjabat ketua Dewan perancang Nasional pada tahun 1962. Beliau juga menjadi pengawas IKBN Antara (1961-1962) dan menjadi menteri penerangan (1962-1963). 

Terlepas dari biografi Mohammad Yamin yang mencatat keberhasilan karier nya di bidang politik, beliau juga merupakan seorang sejarahwan dan sastrawan. Beliau juga dikenal sebagai perintis puisi Modern di Indonesia. Beliau sering menulis dan menerbitkan tulisan-tulisannya dalam journal berbahasa belanda maupun berbahasa melayu. Karyanya yang telah diterbitkan adalah puisi Tanah Air dan Tumpah Darahku. Karyanya tersebut sebagian besar berbentuk sonata. Tidak hanya terbatas pada puisi, beliau juga menerbitkan esai, drama dan terjemahan karya Shakespeare dan Rabindranath Tagore. 

Pahlawan Nasional Indonesia ini mengakhiri Biografi Mohammad Yamin dengan tutup usia di Jakarta pada tanggal 17 oktober 1962 di usia nya 59 tahun. Berdasarkan perjuangan hidup Mohammad Yamin kepada Indonesia, beliau mendapat penghargaan Bintang Mahaputra RI dari Presiden, Penghargaan Corps Polisi Militer atas jasanya telah menciptakan lambang gajah mada dan Panca Darma corps, dan penghargaan panglima Kostrad.

    Pendidikan Mohammad Yamin    

  • Hollands Indlandsche School (HIS)
  • Sekolah guru
  • Sekolah Menengah Pertanian Bogor
  • Sekolah Dokter Hewan Bogor
  • AMS
  • Sekolah kehakiman (Reeht Hogeschool) Jakarta

    Karir Mohammad Yamin    

  • Ketua Jong Sumatera Bond (1926-1928)
  • Anggota Partai Indonesia (1931)
  • Pendiri partai Gerakan Rakyat Indonesia
  • Anggota BPUPKI
  • Anggota panitia Sembilan
  • anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP)
  • Menteri Pendidikan
  • Menteri Kebudayaan
  • Menteri Penerangan
  • Ketua Dewan Perancang Nasional (1962)
  • Ketua Dewan Pengawas IKBN Antara (1961–1962)

    Penghargaan Mohammad Yamin    

  • Gelar pahlawanan nasional pada tahun 1973 sesuai dengan SK Presiden RI No. 088/TK/1973
  • Bintang Mahaputra RI
  • Tanda penghargaan dari Corps Polisi Militer sebagai pencipta lambang Gajah Mada dan Panca Darma Corps
  • Tanda penghargaan Panglima Kostrad atas jasanya menciptakan Petaka Komando Strategi Angkatan Darat
Seperti itulah ulasan Biografi Mohammad Yamin salah satu tokoh pahlawan nasional Indonesia dari Sumatra Barat yang sempat BiografiPahlawan.com bagikan kepada pembaca. Semoga dengan hadirnya biografi diatas dapat membantu pembaca dalam mengenal lebih dalam sosok Mohammad Yamin.

Biografi Mohammad Hatta ”Sang Proklamator Indonesia”

Anonymous Add Comment

    Profil Mohammad Hatta    

Biografi Mohammad Hatta (Bung Hatta) ”Sang Proklamator Indonesia”
Nama : Dr. Drs. H. Mohammad Hatta
Lahir : Bukittinggi, Sumatera Barat, 12 Agustus 1902
Meninggal : Jakarta, 14 Maret 1980 (umur 77)
Makam : Taman Makam Proklamator Bung Hatta
Zodiac : Leo
Hobby : Membaca | Menulis
Kebangsaan : Indonesia
Istri : Rahmi Rachim
Anak : 3
Agama : Islam

    Biografi Mohammad Hatta    

Siapa yang tidak kenal dengan Bung hatta. Beliau adalah wakil presiden pertama republik Indonesia. Bung hatta atau Mohammad hatta lahir di bukit tinggi pada tanggal 12 Agustus 1902. Beliau mulai kenal dengan berbagai pergerakan sejak tinggal di MULO kota padang. Selain itu beliau juga masuk di organisasi Jong Sumatranen Bond. Beliau juga pernah menempuh sekolah di Belanda yaitu di sekolah Handels Hoge School Roterdam pada tahun 1921. Dalam beberapa buku biografi Mohammad Hatta, beliau juga pernah ikut bergabung dalam organisasi pergerakan yaitu Indische Vereniging. Organisasi tersebut merupakan organisasi yang menolak kerjasama dengan Belanda.

Mohammad Hatta lulus dari handles economis atau bisa disebut dengan ekonomi perdagangan pada tahun 1923. Awalnya beliau akan menempuh pendidikan doctor di bidang ekonomi tetapi pada tahun tersebut juga dibuka jurusan baru yaitu hukum Negara dan hukum administrasi. Akhirnya beliau lebih memilih untuk melanjutkan ke jurusan tersebut dibandingkan ke jurusan doctoral. Karena masalah perpajangan studinya ini, beliau akhirnya menjadi ketua PI (perhimpunan Indonesia). Beliau juga pernah menyampaikan pidato tentang struktur ekonomi dunia dan juga tentang pertentangan kekuasaan. Pidato ini banyak sekali diceritakan di berbagai buku biografi Mohammad Hatta.

Dari tahun 1926 sampai tahun 1930, Mohammad hatta selalu menjadi ketua di perhimpunan Indonesia. Sampai beberapa waktu akhirnya Perhimpunan Indonesia berbuah menjadi sebuah organisasi politik. PI awalnya Cuma perhimpunan mahasiswa Indonesia. Perhimpunan Indonesia dapat mempengaruhi pergerakan politik di Indonesia pada waktu itu. Sampai akhirnya pemufakatan perhimpunan politik Indonesia mengakui PI sebagai salah satu gerakan pergerakan politik Indonesia yang berasal dari Eropa. Dalam buku Biografi Mohammad hatta diceritakan bahwa Pi melakukan berbagai propaganda di luar Belanda. Setiap melakukan perkumpulan di eropa, selalu Mohammad hatta sendiri yang menjadi delegasi dari PI.
Pada tahun 1923, Mohammad hatta pulang ke tanah air Indonesia. Pada saat di Indonesia beliau lebih banyak disibukkan dengan menulis artikel politik yang di muat di surat kabar daulat ra'jat. Selain itu beliau juga mengadakan berbagai kegiatan politik dan juga melatih kader-kader politik dari partai Pendidikan nasional Indonesia. Pada saat penahan Soekarono di ende flores, Mohammad hatta banyak menuliskan artikel pertentangan keras terhadap penahannya tersebut. Pada bulan februari, pemeritahan Belanda akhirnya menahan semua pemimpin dari partai pendidikan nasional Indonesia. Ada 7 orang anggota partai yang ditahan di daerah Boven Digoel. Pada biografi Mohammad Hatta, dituliskan ketika beliau dipenjara beliau sempat menulis buku yang berjudul krisis ekonomi dan kapitalisme.

Beliau dan teman-temannya mengalami pembuangan ke berbagai hal. Tetapi selama mengalami masa tersebut Mohammad Hatta tetap menulis berbagai artikel tentang politik dan juga ekonomi. Pada masa pemerintahan Jepang, Mohammad Hatta sempat ditawarin untuk menjadi penasehat pemerintahan Belanda. Pada masa pambacaan teks proklamasi, beliau diminta oleh Soekarno untuk menyusun teks proklamasi. Sebenarnya masih banyak sekali cerita tentang biografi Mohamamad Hatta. Untuk pemuda Indonesia harus mengetahui tentang seluruh sejarah beliau.
“Betul, banyak orang yang bertukar haluan karena penghidupan, istimewa dalam tanah jajahan di mana semangat terlalu tertindas, tetapi pemimpin yang suci senantiasa terjauh daripada godaan iblis itu.”
“Memang benar pepatah Jerman: ‘Der Mensch ist, war es iszt’, artinya: ‘sikap manusia sepadan dengan caranya ia mendapat makan.”
“Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita.”
“Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekedar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwi.”

    Pendidikan Mohammad Hatta    

  • Nederland Handelshogeschool, Rotterdam, Belanda (1932)
  • Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School, Batavia (1921)
  • Meer Uirgebreid Lagere School (MULO), Padang (1919)
  • Europeesche Lagere School (ELS), Padang, 1916
  • Sekolah Dasar Melayu Fort de kock, Minangkabau (1913-1916)

    Karir Mohammad Hatta    

  • Ketua Panitia Lima (1975)
  • Penasihat Presiden dan Penasehat Komisi IV (1969)
  • Dosen Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta (1954-1959)
  • Dosen Sesko Angkatan darat, Bandung (1951-1961)
  • Wakil Presiden, Perdana menteri, dan Menteri Luar Negeri NKRIS (1949-1950)
  • Ketua delegasi Indonesia Konferensi Meja Bundar, Den Haag (1949)
  • Wakil Presiden, Perdana Menteri, dan Menteri Pertahanan (1948-1949)
  • Wakil Presiden RI pertama (1945)
  • Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia (1945)
  • Wakil Ketua Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia (1945)
  • Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (1945)
  • Kepala Kantor Penasehat Bala Tentara Jepang (1942)
  • Ketua Panitia Pendidikan Nasional Indonesia (1934-1935)
  • Wakil Delegasi Indonesia Liga Melawan Imperialisme dan Penjajahan, Berlin (1927-1931)
  • Ketua Perhimpunan Indonesia, Belanda (1925-1930)
  • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Jakarta (1920-1921)
  • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Padang (1916-1919)
  • Partai Nasional Indonesia

    Organisasi Mohammad Hatta    

  • Club pendidikan Nasional Indonesia
  • Liga menentang Imperialisme
  • Perhimpunan Hindia
  • Jong Sumatranen Bond

    Penghargaan Mohammad Hatta    

  • Pahlawan Nasional
  • Bapak koperasi Indonesia
  • Doctor Honoris Causa, Universitas Gadjah Mada, 1965
  • Proklamator Indonesia
  • The Founding Father's of Indonesia
Seperti itulah ulasan Biografi Mohammad Hatta sang proklamator kemerdekaan Indonesia yang sempat BiografiPahlawan.com bagikan kepada pembaca. Semoga dengan hadirnya biografi diatas dapat membantu pembaca dalam mengenal lebih dalam sosok Mohammad Hatta.