Showing posts with label Jawa Tengah. Show all posts
Showing posts with label Jawa Tengah. Show all posts

Biografi Mas Agustinus Adisutjipto, Bapak Penerbang Indonesia

Add Comment

   Profil Mas Agustinus Adisutjipto   

Nama Lengkap : Mas Agustinus Adisutjipto
Alias : No Alias

Agama : Katolik


Tempat Lahir : Salatiga, Jawa Tengah
Tanggal Lahir : Senin, 3 Juli 1916

Meninggal : 29 Juli 1947
Dimakamkan : Monumen Ngoto Bantul

Zodiac : Cancer

Warga Negara : Indonesia

Gelar : Pahlawan Nasional

   Biografi Mas Agustinus Adisutjipto   

Mas Agustinus Adisucipto adalah tokoh Pahlawan Nasional yang lahir di Salatiga, Jawa Tengah. Ia juga adalah seorang Marsekal Muda Anumerta. Pria kelahiran 3 juli 1916 ini adalah seorang calon dokter. Pendidikan pernah ia tempuh di GHS (Geneeskundige Hoge School). Hanya saja, ia juga ternyata memiliki ketertarikan lain, yaitu Dunia Dirgantara. Ini membuatnya membuat keputusan besar untuk hijrah ke dunia tersebut dan menguburkan impiannya semula menjadi dokter. Ia pernah menjadi anggota jajaran Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI).

Keputusan tersebut diambilnya setelah Indonesia menang dalam pertempuran melawan penjajah Jepang dan Belanda. Kemampuannya dalam menerbangkan pesawat didapatkannya dengan menuntut pendidikan di Militaire Luchtvaaart Opleiding School yang merupakan salah satu sekolah penerbangan di jamannya. Karena dinilai sangat ahli dalam menerbangkan pesawat, ia diminta untuk menjadi kepala staf AURI dan permintaan itu disambutnya dengan baik.

Untuk menunjukkan dedikasinya dalam Dunia Dirgantara, ia akhirnya membangun sebuah sekolah penerbangan yang lokasinya ada di Yogyakarta. Sekolah tersebut didirikan pada 15 November tahun 1945. Di tahun yang sama, ia berkesempatan untuk melakukan penerbangan perdana menggunakan pesawat jenis Curen. Saat Agresi Militer Belanda I terjadi, ia diutus untuk berangkat ke India dalam rangka mengumpulkan bantuan obat-obatan. Sayangnya, pesawat yang penuh dengan obat-obatan tersebut tidak berhasil mendarat di Tanah Air akibat diserang oleh musuh.

Pesawat yang awaknya terdiri atas Abdulrahman Saleh, Adisucipto, Adi Sumarmo, Dan F.A Gani itupun akhirnya terhempas ke tanah setelah sebelumnya digempur oleh peluru yang berasal dari pesawat belanda berjenis P-40 Kittyhawk. Tidak ada yang selamat dalam peristiwa tragis tersebut selain F.A Gani. Setelah wafat pada 27 Juli 1947, jenazah Adisucipto diboyong ke pemakaman umum Kuncen I dan II untuk dikebumikan.

Makam itu kemudian dipindah dari lokasi awalnya ke monumen perjuangan yang bertempat di Bantul, Jogjakarta. Atas kegigihannya dalam membela Tanah Air, ia dianugerahkan gelar Bapak Penerbang Indonesia dan namanya tercatat dalam jajaran Pahlawan Nasional sesuai ketetapan Keppres no. 071/tk/1974 tgl 9 November 1974. Lihat : Biografi Ir. Soekarno Bapak Proklamator Indonesia

   Pendidikan Agutinus Adisutjipto   


  • MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs, SMP Belanda)
  • AMS (Algemene Middelbare School, SMA bagian Ilmu Pasti Alam), Semarang
  • GHS (Geneeskundige Hoge School, Sekolah Tinggi Kedokteran), Jakarta
  • Sekolah Penerbangan (Militaire Luchtvaaart Opleiding School), Kalijati, Jawa Barat

   Karir Agutinus Adisutjipto   

  • Marsekal Muda Anumerta

   Penghargaan Agutinus Adisutjipto   

  • Pahlawan Nasional berdasarkan Keppres No. 071/TK/1974 tanggal 9 November 1974
  • Bapak Penerbang Indonesia
Demikian penjelasan singkat Biografi Mas Agustinus Adisutjipto selaku Marsekal Muda (Anumerta) yang telah dikenal sebagai bapak penerbang Indonesia.

Biografi Lengkap Nyi Ageng Serang

Anonymous Add Comment

   Profil Nyi Ageng Serang   

Biografi Lengkap Nyi Ageng SerangNama Lengkap : Nyi Ageng Serang
Alias : Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi
Profesi : Pahlawan Nasional
Agama : Islam
Tempat Lahir : Serang, Jawa Tengah
Warga Negara : Indonesia
Ayah : Pangeran Natapraja

   Biografi Nyi Ageng Serang   

Seorang wanita yang pemberani kelahiran Serang, Banten ini dulunya adalah wanita biasa yang spesial. Ia adalah keturunan dari Sunan Kalijaga, selain itu ia adalah panglima perang dari Sri Sultan hamengkubuwuno ke I bernama asli Raden Ajeng (RA) Kustiyah Wulaningsih Retno Edhi atau sekarang lebih dikenal dengan Nyi Ageng Serang. Beliau memperoleh nama besarnya ketika beliau menjadi penguasa serang. Hal ini dipicu dari kegigihan beliau untuk melawan penjajah sejak kecil. Sejak anak anak beliau telah terbiasa dengan perang. Beliau selalu membantu dalam menyusun siasat perang melawan penjajah. Nyi Agen merupakan wanita yang istimewa yang membuat istimewa dan berbeda dari wanita kebanyakan pada waktu itu. Biografi Nyi Ageng Serang sangat berkesan.

Pertama karena beliau pemberani. Beliau adalah wanita penguasa serang yang lalu disebut Nyi Ageng Serang. Beliau tak gentar melawan penjajah yang berusaha menguasai tanah kelahirannya di serang. Beliau selalu berusaha melawan para penjajah dengan penuh hati dengan mengorbankan jiwa serta raga untuk kemerdekaan bangsa utamanya tanah kelahirannya. Beliau bahkan terus menerus berjuang demi tanah kelahirannya sampai beliau wafat. Itulah mengapa biografi Nyi Ageng Serang dibuat.

Di masa mendatang beliau juga punya keturunan bernama Ki hajar dewantara atau bapak pendidikan negara Indonesia. beliau adalah wanita dengan garis keturunan yang tak hanya baik namun juga keturunan yang semata mata hidup untuk kemajuan dan kemerdekaan bangsa dan negaranya. Beliau bahkan telah menjadi panglima perang dan tak gentar ikut berperang dengan prajurit prajurit pria yang waktu itu sama sama membela Indonesia dari serangan penjajahan asing. Beliau tak mala bahkan takut demi kemerdekaan tanah kelahirannya. Sungguh pantas biografi Nyi Ageng Serang ada untuk mengenang jas jasa beliau di tanah Jawa khususnya serang.

Selanjutnya dari biografi Nyi Ageng Serang adalah kegigihan beliau hingga beliau lanjut usia. Tahukah bahwa Nyi Ageng Serang masih saja ikut berperang walau usianya sudah Menginjak 73 tahun. Beliau mengikuti perang Diponegoro pada waktu itu untuk melawan dan mengusir penjajah Belanda dari tanah kita ini. Beliau pada waktu itu sudah lebih lemah dari pada sewaktu beliau masih muda dulu.

Akhirnya beliau pun ditandu dengan menggunakan tandu dalam memimpin perang besar tersebut. Beliau masih saja bersikeras untuk terus ikut perang. Hingga akhirnya ketika tubuh beliau makin lemah ia pun akhirnya mundur dari medan peperangan dan memilih untuk beristirahat. Pada tahun 1828 beliau menghembuskan nafas terakhirnya karena sakit di tanah kelahirannya. Beliau telah meninggalkan tanah serang dengan kemerdekaan dari penjajah waktu itu.

Baca juga : Biografi Ir. Soekarno Presiden Pertama Republik Indonesia

   Penghargaan Nyi Ageng Serang   
  • Gelar Pahlawan Nasional
Seperti itulah biografi Nyi Ageng Serang sebagai pahlawan tangguh dalam membela Negara. Semoga kisah pahlawan diatas dapat menginspirasi pembaca biografipahlawan.com.

Biografi Letnan Jenderal Siswondo Parman - Pahlawan Wonosobo Yang Berintelejen Tinggi

Anonymous Add Comment

    Profil Siswondo Parman    

Letnan Jenderal Siswondo Parman Pahlawan Revolusi
Nama Lengkap : Siswondo Parman

Profesi : -

Agama : Islam

Tempat Lahir : Wonosobo, Jawa Tengah

Tanggal Lahir : Minggu, 4 Agustus 1918

Meninggal : Jakarta, 1 Oktober 1965 (umur 47)

Zodiac : Leo

Warga Negara : Indonesia

    Biografi Letnan Jenderal Siswondo Parman    

Siapa yang tidak tahu pahlawan asal daerah Wonosobo berikut ini. Seorang pahlawan dengan memiliki intelejen dan kegigihan dalam melawan penjajah ini adalah salah satu perwira serta letnan dari 7 letnan yang telah gugur di medan perang saat melawan pasukan PKI dalam peristiwa G30S untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Untuk lebih mengenal sosok pahlawan Wonosobo ini, akan diulas kembali tentang sejarah dan biografi Letnan Jenderal Siswondo Parman.

Dalam biografi Letnan Jenderal Siswondo Parman, ia adalah salah satu jenderal yang lahir di Wonosobo tanggal 4 Agustus tahun 1918. Pahlawan Siswono adalah salah satu pahlawan revolusi yang dikenal sangat cerdas dalam intelejennya. Pahlawan yang biasa dikenal dengan namanya S.Parman ini adalah Pahlawan yang gugur dalam peristiwa G30S dan ia pun meninggal diusianya yang ke 47 dalam peristiwa tersebut. Jenderal S.Parman adalah salah satu jenderal yang mengetahui akan banyaknya kegiatan serta taktik dari Pasukan PKI. Ia juga menolak akan terbentuknya kaum dari buruh dan petani yang disebut dengan Angkatan Kelima.

Dalam peristiwa G30S banyak terjadi penculikan yang dilakukan oleh salah satu perwira PKI bernama Resimen Tjakrabirawa termasuk rencana untuk menculik Jenderal Intelejen tersebut. Dan diduga bahwa kakak kandung dari Parman lah yaitu Ir.Sakirman yang menjadi pemimpin Politbiro CC PKI dari peristiwa tersebut. Dalam biografi Letnan Jenderal Siswondo Parman disebutkan bahwa ia juga pernah singgah dan menempuh pendidikan di SD, SMP, dan sekolah tinggi di bagian kedokteran akan tetapi sebelum lulus Negara Jepang sudah menjajah dan menduduki Negara Indonesia, sehingga ia pun tidak bisa memperoleh gelar dokter tersebut. Kemudian ia pun melanjutkan untuk bekerja di Jawatan Kempeitai. Di tempat tersebut, Jenderal sempat di curigai oleh Jepang dan kemudian di masukan di penjara akan tetapi terbebas juga. Setelah terbebas, ia malah mendapat pendidikan baru di Kenpei Kasya Butai Jepang, dan setelah selesai ia pun kembali ketanah air dan bekerja kembali ke Jawatan Kempeitai.

Kemudian di awal kariernya, Jenderal Parman mengikuti kegiatan kemiliteran dengan masuk dan ikut dalam kegiatan TKR yang dibentuk setelah kemerdekaan dari Indonesia. Desember 1945, jenderal diangkat menjadi salah satu staf di Markas Besar di Yogyakarta sebagai Kepala Staf Polisi Tentara. Kemudian jenderal melakukan perang geriliya dalam melawan penjajah pada Agresi Militer II untuk melawan Belanda. Kemudian di bulan Desember 1949 ia pun dipindah tugaskan di Jakarta Raya untuk menjabat bagian kepala staf Gubernur kemiliteran. Dan salah satu pencapaian yang ia raih adalah pembongkar rahasia dari gerakan Angkatan Perang yang bernama Ratu Adil (APRA). Kegiatan pembongkaran tersebut dipimpin oleh Westerling di Jakarta. Maret 1950, jenderal Parman kemudian diangkat sebagai Kepala Statf G, lalu dikirim ke Negara AS untuk mengikuti adanya pendidikan baru yang bernama Military Police School. Dalam biografi Letnan Jenderal Siswondo Parman, ia lalu ditugaskan di bagian Kementrian Pertahanan setelah kembali dari AS. Ia diangkat menjadi atasan militer Negara RI di London, dan tahun 1959 di Inggris. Tahun 1964 ia lalu ditugaskan sebagai Asisten I dari panglima atau menteri bagian AD (angkatan darat) dengan memperoleh Pangkat Mayor Jenderal.

Dengan pangkatnya tersebut, ia juga sangat dekat dengan presiden Soekarno dan ia merupakan intelejen yang mengetahui akan rencana PKI dalam membentuk angkatan kelima. Ia lalu dimusuhi oleh para perwira PKI yang mana pada saat itu pengaruh dari pasukan PKI sangat marak untuk para petani dan buruh dari Indonesia. Akhirnya, jenderal pun bersama dengan pasukan AD bersepakat akan menolak dari pembentukan angkatan kelima tersebut. Jenderal Parman pun kemudian disengiti oleh para pasukan PKI dan menjadi sasaran penculikan serta pembunuhannya. Tanggal 1 Oktober 1965 ia pun telah dibunuh dan jasadnya di buang di sumur tua daerah Lubang Buaya. Kemudian ia pun dimakamkan di taman makam pahlawan daerah Kalibata dan gugur sebagai pahlawan revolusi dengan pangkat Letnan Jenderal. Itulah sekilas tentang biografi Letnan Jenderal Siswondo Parman, semoga informasi serta wacana diatas dapat bermanfaat bagi yang membacanya.

   PENDIDIKAN   

  • HIS (Hollandsch Inlandsche School) di Wonosobo
  • MULO (Meer Uitgebried Lager Onderwijs) di Yogyakarta
  • AMS (Algemeene Middelbare School)
  • Sekolah Tinggi Kedokteran (STOVIA) di Jakarta
  • Sekolah Tinggi Hukum

   KARIR   

  • Awal karier militer S. Parman dimulai dengan mengikuti Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Lalu pada akhir bulan Desember 1945, ia diangkat menjadi Kepala Staf Markas Besar Polisi (PT) di Yogyakarta.
  • Di bulan Desember 1949 setelah Agresi Militer II Belanda, ia ditugaskan sebagai Kepala Staf Gubernur Militer Jakarta Raya.
  • Sebelum dikirim di Amerika untuk mengikuti pendidikan di Military Police School, ia diangkat menjadi Kepala Staf G.
  • Setelah ia kembali dari AS, ia ditugaskan di Kementrian Pertahanan untuk kemudian diangkat menjadi Atase Militer RI di London, Inggris tahun 1959. Lima tahun kemudian yaitu pada tahun 1964, ia diserahi tugas sebagai Asisten I Menteri / Panglima Angkatan Darat (Men / Pangad) dengan pangkat Mayor Jenderal

   PENGHARGAAN   

  • Siswondo Parman alias S. Parman mendapatkan gelar kehormatan sebagai Pahlawan Revolusi
Seperti itulah pembahasan mengenai Letnan Jendral Siswondo Parman Pahlawan Revolusi. Semoga dengan informasi diatas sahabat biografipahlawan.com dapat mengenal lebih baik sosok pahlawan indonesia.

Biografi Brigadir Jenderal Katamso Darmokusumo - Pahlawan Revolusi

Anonymous Add Comment

   Profil Katamso Darmokusumo   

Biografi Brigadir Jenderal Katamso Darmokusumo
Nama : Katamso Darmokusumo
Tempat Lahir : Sragen, Jawa Tengah
Tanggal Lahir : Senin, 5 Februari 1923
Meninggal : Yogyakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 42 tahun
Makam : Taman Makam Pahlawan Semaki Yogyakarta
Agama : Islam
Warga Negara : Indonesia

   Biografi Katamso Darmokusumo   

Biografi Brigadir Jenderal katamso darmokusumo memberikan informasi, bahwa beliau dilahirkan pada hari senin, 5 februari 1923 di Sragen, jawa Tengah. Selepas menamatkan pendidikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah, Ia melanjutkan pada pendidikan tentara Peta di Bogor. Setelah masa kemerdekaan Indonesia, Beliau bergabung dengan TKR yang berangsur-angsur berubah menjadi TNI. Ketika terjadi agresi militer belanda, beliau memimpin pasukan untuk berkali-kali melakukan pertempuran mengusir Belanda dari Indonesia. Pada masa awal kedaulatan Republik Indonesia masih sering dirongrong dengan berbagai peristiwa baik dalam maupun luar negeri.

Setelah kedaulatan Negara Indonesia di akui di mata Internasional, terjadi pemberontakan Batalyon 426 di Jawa Tengah. Brigjen Katamso dan pasukannya diserahi tugas untuk menumpas pemberontakan tersebut. Pada Biografi Brigadir Jenderal Katamso darmokusumo disebutkan, bahwa pada tahun 1958 beliau menjabat sebagai Komandan batalyon ``A`` yang tergabung dalam pasukan Komando Operasi 17 Agustus yang dipimpin oleh Kolonel Ahmad Yani. Pasukan ini bertugas menumpas pemberontakan yang dilakukan oleh PRRI/Peremesta.

Makam Katamso Darmokoesoemo
Makam Katamso Darmokoesoemo
Biografi Brigadir Jenderal katamso Darmokusumo menginformasikan tentang perjalanan karir militer beliau selanjutnya. Pada tahun 1963 Brigjen Katamso diamanahi jabatan sebagai Komandan Korem 072 Kodam VII/Diponegoro yang berkedudukan di Yogyakarta. Pada masa itu ideology PKI telah menyebar luas dilapisan masyarakat. PKI juga menyasar kalangan terpelajar untuk bergabung dengan mereka dan diharapkan menjadi kekuatan intelektual mereka. Brigjen Katamso mencium gelagat itu sangat kuat penyebaran PKI di daerah Solo, maka beliau memutuskan untuk melakukan pembinaan kepada para mahasiswa di daerah Solo. Para Mahasiswa tersebut diberi Pelatihan Militer guna meningkatkan kecintaan kepada Negara Republik Indonesia diatas kelompok dan golongan.

Membaca Biografi Brigadir Jenderal Katamso Darmokusumo tertangkap dengan jelas akan aksi pemberontakan dan penculikan G. 30 S/ PKI tidak hanya berjalan di Jakarta. PKI juga membidik para perwira di daerah termasuk di wilayah Kodam VII/Diponegoro. PKI dengan menghasud beberapa anggota TNI di Yogyakarta, mereka berhasil menguasai RRI Yogyakarta. Atas insiden tersebut, Markas Korem 072 dibawah Komando Brigjen Katamso mengumumkan pembentukan Dewan Revolusi. Brigjen Katamso termasuk perwira yang sangat tidak menyetujui keberadaan PKI, maka beliau juga termasuk salah satu perwira yang menjadi sasaran dari penculikan PKI.

PKI melancarkan penculikan terhadap komandan Korem 072 dan Kepala Staf Korem Letnan Kolonel Sugiono pada tanggal 1 Oktober 1965 sore hari. Katamso dan Sugiono dibawa ke daerah Keuntungan, dan sesampainya ditempat, mereka dipukul pakai kunci mortar hingga tewas. PKI telah mempersiapkan segala sesuatunya di daerah tersebut. Lubang telah disiapkan khusus untuk menyembunyikan jasad kedua perwira tersebut yang memang sudah menjadi target pembunuhan. Jenazah keduanya baru diketemukan pada 21 Oktober 1965 dalam keadaan rusak setelah dilakukan pencarian secara besar-besaran semenjak peristiwa hilangnya mereka berdua. Kemudian pada tanggal 22 Oktober 1965 jenazah mereka berdua dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki Yogyakarta. Biografi Brigadir Jenderal Katamso Darmokusumo menjelaskan, atas jasa dan perjuangan beliau, pemerintah menganugerahkan sebagai Pahlawan Revolusi berdasarkan SK Presiden RI No. 118/KOTI/ tahun 1965 yang tertanggal 19 Oktober 1965.

   Karir Katamso Darmokusumo   

  • Shodanco Peta di Solo
  • Komandan Kompi di klaten
  • Komandan Kompi Batalyon 28 Divisi IV
  • Komandan Batalyon "A" Komando Operasi 17 Agustus
  • Kepala Staff Resimen Team Pertempuran (RTP)  II Diponegoro
  • Kepala Staff Resimen Riau Daratan Kodam III/17 Agustus
  • Komando Pendidikan dan Latihan (Koplat) merangkap Komandan Pusat
  • Pendidikan Infanteri (Pusdikif) di Bandung
  • Komandan Resort Militer korem 072, Komando Daerah Militer (Kodam) VII Diponegoro di Yogyakarta.

   Penghargaan Katamso Darmokusumo   

  • Gelar Pahlawan Revolusi (Tahun 1965, tanggal 19 Oktober 1965 Mendapatkan SK Presiden RI No. 118/KOTI/)

Tokoh Revolusi Indonesia lainnya:

Demikian Biografi Katamso Jenderal Darmokusumo yang sempat biografipahlawan.com sajikan kepada pembaca, semoga dapat bermanfaat dan menjadi tauladan atas kegigihannya.

Biografi Gatot Subroto Tentara Tiga Zaman

Anonymous Add Comment

    Profil Gatot Subroto    

Biografi Gatot Subroto Tentara Tiga Zaman
Nama : Gatot Subroto
Tempat Lahir : Banyumas,  Jawa Tengah
Tanggal Lahir : Minggu, 10 Oktober 1909
Zodiac : Balance
Meninggal : Jakarta, 11 Juni 1962 (umur 54)
Makam: Ungaran, kabupaten Semarang
Warga Negara : Indonesia




    Biografi Gatot Subroto    

Nama Gatot Subroto diabadikan dalam sebuah nama jalan di daerah Jakarta. Pengabdiannya dalam sebuah nama jalan mengartikan bahwa Gatot Subroto ialah seseorang yang patut dikenang jasanya. Dikenal sebagai seorang yang pemberani, tegas, dan pantang akan kesewenang-wenangan. Hal ini tertanam mulai dari sejak ia kecil dan terbukti dengan keberaniannya ketika berkelahi dengan anak kompeni yang menganggap dirinya memiliki derajat tinggi lantas menindas orang, membuat Gatot Subroto tidak tinggal diam. Agar tahu lebih jelas, mari kita ulas bersama biografi Gatot Subroto.

Biografi Gatot Subroto berawal dari keberaniannya di masa kecil. Putra kelahiran Banyumas pada tanggal 10 Oktober 1909 ini sempat mengenyam pendidikan di Europesche Lagere School (ELS) namun tak sampai tamat. Dikeluarkan dari ELS karena ulah keberaniannya, Gatot Subroto kemudian beralih sekolah di Holands Inlandse School (HIS). Ia menyelesaikan pendidikan formalnya di sana, namun  tidak melanjutkan pendidikannya ke sekolah yang lebih tinggi. Ia memilih bekerja sebagai pegawai. Pilihan bekerja sebagai pegawai kemudian ia alihkan ke militer karena tidak memuaskan jiwanya. Pada tahun 1923 beliau memutuskan untuk masuk sekolah militer di magelang. 

Biogafi Gatot Subroto berkesan karena ia adalah seorang tentara pada tiga zaman. Selepas ia lulus dari sekolah militer di Magelang, Gatot Subroto menjadi anggota KNIL (Tentara Hindia Belanda) hingga akhir kependudukan Belanda di Indonesia. Setelah itu Ia diangkat anggota PETA (Pembela Tanah Air) pada masa penjajahan Jepang dan menjadi TKR (Tentara Keamanan Rakyat) setelah kemerdekaan Indonesia. Ia ikut serta dalam penumpasan PKI tahun 1948. Ia pula menjadi pioneer pembentukan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI). Watak seorang tentara yang membela keadilan memang terlahir dalam darahnya. Bersifat berani, tegas, bersolidaritas tinggi dan anti akan kesewenang-wenangan menjadi ciri khasnya. 

Biografi Gatot Subroto tak hanya mengesankan keberanian seorang prajurit militer, namun juga orang yang memiliki jiwa empati yang tinggi. Meskipun ia adalah tentara baik pada masa penjajahan, namun ia menaruh perhatian terhadap orang kecil tertindas. Tak ayal, ia pernah menyumbangkan gajinya untuk membantu keluarga orang hukuman yang berada di bawah pengawasannya. Pada tahun 1945-1950 Ia dipercaya untuk mengemban jabatan penting, yakni menjadi Panglima Corps Polisi Militer, Panglima Divisi II dan juga menjabat sebagai Gubernur Militer dari daerah Surakarta. Semasa ia menjadi Gubernur ia menumpas pemberontakan PKI dengan gemilang dan akhirnya ia dipercaya menjabat sebagai Panglima Tentara dan Teritorium (T & T)  IV Diponogoro. 

Puncak karir Gatot Subroto yakni ketika diangkat menjadi Wakasad (Wakil Kepala Staff Angkatan Darat pada tahun 1956. Ia dikenal sebagai pemimpin yang memiliki perhatian besar  terhadap pembinaan perwira muda. Menurutnya pembinaan perwira dapat berjalan maksimal jika akademi militer setiap angkatan menyatu yakni Angkatan Darat, Laut dan Udara. Berkat gagasannya, akhirnya terbentuklah AKABRI (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). Demikian biografi Gatot Subroto dengan perjalanan militernya. Ia wafat di Jakarta pada tanggal 11 Juni 1962 pada usia 55 tahun. Seminggu setelah kematiannya, beliau dinobatkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional dan dikuatkan dengan SK Presiden RI No. 222 Tahun 1962.

    Pendidikan Gatot Subroto    

  • Europeesche Lagere School (ELS)
  • Holands Inlandse School (HIS)
  • Sekolah Militer, Magelang, 1923
  • Pendidikan Tentara Pembela Tanah Air (Peta)
  • Tentara Keamanan Rakyat (TKR)

    Karir Gatot Subroto    

  • Wakil Kepala Staff Angkatan Darat, 1953
  • Panglima Tentara & Teritorium (T & T) IV Diponegoro
  • Gubernur Militer Daerah Surakarata dan sekitarnya, 1945-1950
  • Panglima Corps. Polisi Militer, 1945-1950
  • Panglima divisi II, 1945-1950 
  • Komandan Batalyon
  • Komandan kompi, Sumpyuh, Banyumas
  • Anggota KNIL (Tentara Hindia Belanda)
  • Pegawai pemerintah

    Penghargaan Gatot Subroto    

  • Gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional menurut SK Presiden RI No.222 tanggal 18 Juni 1962
Seperti itulah ulasan biografi Gatot Subroto pemuda indonesia kelahiran jawa tengah yang sempat BiografiPahlawan.com bagikan kepada pembaca. Semoga dengan hadirnya biografi diatas dapat membantu pembaca dalam mengenal lebih dalam sosok Gatot Subroto.